Lompat ke isi utama

Berita

PEER LEARNING VOL. 7: Bawaslu Kabupaten Ngawi Perkuat Hubungan Antar Lembaga Melalui Program Bawaslu Goes To School dan Bawaslu Goes To Campus

PEER LEARNING VOL. 7: Bawaslu Kabupaten Ngawi Perkuat Hubungan Antar Lembaga Melalui Program Bawaslu Goes To School dan Bawaslu Goes To Campus

Ngawi, Bawaslu Kabupaten Ngawi - Ketua Bawaslu Kabupaten Ngawi dipercaya sebagai narasumber dalam Kegiatan Peer Learning  Penguatan Kelembagaan Vol. 7 dengan Tema Hubungan dan Eksistensi Kelembagaan yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur ini menjadi ajang berbagi pengalaman dalam penguatan kapasitas kelembagaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan yang telah dirumuskan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dengan tujuan untuk memberikan wadah bagi jajaran pengawas Kabupaten/Kota untuk berbagi pengalaman, saling belajar, sekaligus memastikan setiap rencana aksi yang telah disusun dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Menurut Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur (Eka Rahmawati), penguatan hubungan antar lembaga tidak sekedar menjalin kerja sama formal, tetapi juga memastikan bahwa kemitraan tersebut berdampak nyata bagi penguatan eksistensi kelembagaan Bawaslu. “Secara kualitatif, kita perlu melihat sejauh mana Bawaslu diakui, direspons, dan memberi manfaat bagi mitra serta masyarakat,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Bawaslu kabupaten Ngawi memaparkan tentang Project Penguatan Kelembagaan dalam rangka memperkuat kinerja pengawasan dan membangun sinergi melalui Kegiatan Bawaslu Goes To School dan Bawaslu Goes To Campus. 

“Bawaslu Goes To School dan Bawaslu Goes To Campus tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga membangun hubungan yang sinergis antara Bawaslu dengan lembaga Pendidikan. Bawaslu Kabupaten Ngawi melakukan penelitian untuk mensurvey penilaian publik atas program tersebut.” Ujar Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko

Berdasarkan hasil survey, didapat tantangan utama Bawaslu Kabupaten Ngawi diantaranya masih adnaya knowledge gap yaitu masih adanya responden yang belum paham tugas dan fungsi Bawaslu serta masih adanya continuity gap yaitu program pengawasan ini dianggap hanya program musiman yang aktif menjelang Pemilu.

Menindaklanjuti hasil survey tersebut Bawaslu Kabupaten Ngawi mengambil Langkah perubahan diantaranya yaitu Penguatan literasi demokrasi sejak dini melalui pendidikan politik berkelanjutan di sekolah, kampus, dan pesantren serta membentuk kebijakan program continuous engagement (pengawasan berkelanjutan) agar program kegiatan Bawaslu hadir sepanjang tahun, bukan hanya saat tahapan pemilu.

 

Kegiatan Peer Learning Penguatan Kelembagaan ini diharapkan tidak sekedar menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi langkah penting bagi seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk memperkuat kapasitas kelembagaan.