Bawaslu Ngawi Perkuat Kelembagaan dan Sinergi Antar Lembaga Demi Pemilu Berkualitas
|
Ngawi, Bawaslu kabupaten Ngawi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Eksistensi Bawaslu sebagai langkah strategis untuk memastikan pengawasan pemilu berjalan profesional, independen, dan kolaboratif. Acara yang digelar di Nata Azana Hotel ini dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Eka Rahmawati S.Sos, MM., Bawaslu Kabupaten/Kota sekitar, unsur Forkopimda dan stakeholders mitra kerja Bawaslu yaitu Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Ngawi, organisasi kepemudaan, Media, Pemantau Pemilu, Perwakilan Perguruan Tinggi lokal dan sekolah.
Ketua Bawaslu Kabupaten Ngawi Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif, dan memperkuat kemitraan dengan Lembaga strategis. “Kegiatan yang merupakan tindak lanjut hasil rapat penyelenggaraan pemilu di Tingkat pusat yang diturunkan ke Bawaslu kabupaten/kota sebagai bentuk dukungan penguatan kelembagaan di setiap daerah”.
Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Ngawi menyampaikan apresiasi dan dukungannya dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Bawaslu untuk memperkuat kapasitas kelembagaan di luar masa tahapan pemilu. “Kegiatan ini dapat memberikan informasi, manfaat, dan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan Bawaslu serta memperkuat sinergi kita dalam mengawal proses demokrasi di Kabupaten Ngawi,”
Sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan ini Eka Rahmawati Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur menyampaikan penguatan kelembagaan bukan sekadar rutinitas, tetapi momen evaluasi. “Kita perlu melihat kembali apa yang sudah dikerjakan, mengukurnya secara terukur, dan memperbaikinya. Bawaslu harus terus menjadi garda terdepan dalam menjaga hak pilih masyarakat, mencegah pelanggaran, dan meningkatkan kualitas pengawasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepercayaan publik terhadap Bawaslu saat ini sudah mencapai lebih dari 70 persen, sebuah modal penting untuk terus berbenah. “Kegiatan ini tepat dilakukan di masa non-tahapan pemilu agar kita dapat fokus memperbaiki kelembagaan dan sumber daya manusia sebelum memasuki tahapan pemilu berikutnya,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo secara daring, dalam materinya, Arif menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia. “Fungsi DPR dan pemerintah saat ini tengah melakukan kajian yang dianggap penting bagi penguatan kelembagaan. Sarana yang tepat adalah melalui diskusi seperti yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Arif juga menyoroti pentingnya koordinasi Bawaslu dengan lembaga terkait, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), dalam pemutakhiran data pemilih. “Validasi data pemilih, termasuk pemilih baru atau pemilih yang sudah meninggal, harus menjadi perhatian agar hak pilih masyarakat terjamin,” katanya.
Selain penguatan internal, Arif meminta Bawaslu aktif melakukan sosialisasi kepada kelompok masyarakat, khususnya pemilih pemula. Menurutnya, komunikasi publik yang intensif akan menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga demokrasi yang kondusif. “Bawaslu harus memperkenalkan lembaga ini lebih dalam, dan dilakukan dengan berkesinambungan,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Bawaslu untuk terus memperkuat perannya sebagai garda depan pengawal demokrasi. Dengan semangat sinergi dan kolaborasi antarlembaga, Bawaslu Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis dalam pengawasan pemilu demi terwujudnya demokrasi yang adil, berkeadilan, dan berkeadaban di Kabupaten Ngawi.