Bawaslu Ngawi Paparkan Strategi Menjaga Kepercayaan Publik dengan Data, Informasi dan Publikasi
|
Ngawi, Bawaslu Kabupaten Ngawi — Dalam kegiatan Cangkrukan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur pada Senin Tanggal 20 Oktober 2025, Bawaslu Kabupaten Ngawi menjadi salah satu narasumber utama dengan topik menarik berjudul “Menjaga Kepercayaan Publik Bawaslu dengan Data, Informasi, dan Publikasi.”
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Ngawi, Yusron Habibi, menyampaikan bahwa menjaga kepercayaan publik merupakan tantangan sekaligus kewajiban bagi seluruh jajaran pengawas pemilu. Menurutnya, di era digital yang serba cepat, kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu sangat dipengaruhi oleh keterbukaan data, akurasi informasi, dan strategi publikasi yang efektif.
Dalam pemaparannya, Yusron menegaskan pentingnya penerapan prinsip good governance di Bawaslu dan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang menegaskan prinsip-prinsip seperti jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, proporsional, professional, akuntabel, efektif dan efisien.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa optimalisasi perangkat internal seperti bidang kehumasan, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), serta Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) menjadi kunci utama dalam membangun citra positif Bawaslu di mata publik.
“Di tengah masifnya penggunaan internet yang kini mencapai 80 persen dari populasi Indonesia, kehadiran Bawaslu di ruang digital menjadi sangat penting. Masyarakat harus dengan mudah mengakses informasi dan memahami kinerja pengawasan pemilu secara terbuka,” jelasnya.
Yusron juga menambahkan bahwa strategi publikasi yang humanis, edukatif, dan berbasis data menjadi langkah efektif dalam menangkal misinformasi serta meningkatkan literasi publik terkait kepemiluan.
Kegiatan Cangkrukan Demokrasi ini menjadi ruang diskusi dalam memperkuat sinergi, membangun pemahaman bersama, serta merumuskan strategi komunikasi publik yang lebih adaptif terhadap dinamika demokrasi modern.
Dengan pendekatan berbasis data dan transparansi informasi, Bawaslu diharapkan dapat terus menjaga dan memperkuat kepercayaan publik sebagai lembaga pengawas pemilu yang independen, profesional, dan berintegritas.