BAWASLU NGAWI BENTUK DESA ANTI POLITIK UANG
|
Ngawi, Bawaslu Kabupaten Ngawi. -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngawi bentuk desa jadi pionir untuk pencegahan politik uang yang berjumlah lima Desa di kabupaten Ngawi.
Lima Desa itu yakni Desa Bendo (Padas), Desa Babadan (Paron), Karang Tengah Prandon (Ngawi), Desa Dero (Bringin) dan Desa Tawangrejo (Ngrambe)
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Bawaslu Ngawi, Budi Sunaryanto mengatakan lima desa itu akan menjadi percontohan Desa Anti Politik Uang di Kabupaten Ngawi.
Menurutnya lima desa itu telah berkomitmen untuk menolak segala bentuk politik uang yang dapat mencederai demokrasi.
"Sebelum kami berikan pemahaman apa itu demokrasi, apa itu politik uang dan bentuknya. Hal itu agar mereka memahami modus dan bentuk politik uang berikut dengan dampaknya," ujarnya seusai Peluncuran Desa Anti Politik Uang, di Desa Bendo (Padas) pada Rabu (13/11/2019).
Kegiatan di Desa Bendo hari ini hadiri Koorsek Bawaslu Peggy Yudo Subekti, Komisioner Bawaslu Imam Munasir, Suyatno, Budi Sunaryannto serta Kepala Desa (Kades) Bendo dan Perangkat Desa.
Selain membentuk lima desa anti politik uang, Bawaslu juga ikut memberikan pembinaan pengawasan pemilu kepada lima desa tersebut.
Ia mengatakan bahwa selain memberikan pemahaman politik uang dan dampaknya, pihaknya pun juga mengajak para warga desa itu untuk ikut serta melakukan pengawasan terhadap proses pemilu dan memberanikan diri untuk melapor kepada Bawaslu jika menemukan pelanggaran pada pilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 di Kabupaten Ngawi .
"Partisipasi masyarakat dalam mengawasi proses pemilu sangat diperlukan agar proses demokrasi berjalan dengan baik," tambahnya
Sementara itu, Kades Bendo Agus mengatakan kegiatan pembentukan Desa Anti Politik Uang sangat perlu.
Menurutnya masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang politik uang yang dapat merusak demokrasi.
"Selama ini warga desa sangat kritis dalam proses demokrasi. Terlebih saat Pilkada yang sebentar lagi diadakan. Kami bangga kami jadi pionir dalam menjadi desa anti politik uang," tutup dia.
"Selama ini warga desa sangat kritis dalam proses demokrasi. Terlebih saat Pilkada yang sebentar lagi diadakan. Kami bangga kami jadi pionir dalam menjadi desa anti politik uang," tutup dia.Tag
Publikasi