Pesan Tausiah Jumat Sehati Bawaslu Ngawi: Ingatkan Pegawai Pentingnya Hidup Berorientasi Akhirat dan Memberi Manfaat
|
NGAWI – Menjalani kehidupan dunia dengan kesadaran penuh akan sifatnya yang sementara menjadi pesan utama yang disoroti dalam kegiatan Tausiah Jumat Sehati yang disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Ngawi Ageng Pristiwa Sakti, pada Jumat (03/11/2024).
Dalam tausiahnya, Ageng mengajak seluruh jajaran sekretariat untuk merenungkan kembali hakikat kehadiran manusia di dunia yang diibaratkan seperti seorang musafir atau orang asing. Menurutnya, kesibukan mengejar urusan dunia sering kali membuat manusia lalai bahwa hidup di dunia memiliki batas waktu.
"Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau musafir. Jangan terlalu dekat dengan harta, jabatan, atau kesenangan yang fana," ujarnya mengutip sabda Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, Ageng merumuskan tiga pilar utama dalam menjalani kehidupan agar bermakna di hadapan Allah SWT:
1. Hidup dengan Kesadaran: Menjadikan setiap pagi dan kesempatan baru sebagai momen untuk beribadah, memperbaiki diri, serta tidak menyia-nyiakan waktu.
2. Hidup dengan Memberikan Manfaat: Mengingat sabda Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, bukan diukur dari seberapa kaya atau terkenalnya seseorang.
3. Hidup dengan Bekal Akhirat: Menganggap dunia sebagai ladang tempat menanam amal—melalui salat, sedekah, silaturahmi, menjaga lisan, dan menolong sesama—yang hasilnya akan dipetik di akhirat kelak.
Mengakhiri tausiahnya, Ageng mengingatkan bahwa kehidupan berjalan sangat singkat, di mana kesehatan, kebersamaan, dan tawa dapat berganti dalam sekejap. Oleh karena itu, ia berpesan agar umat Islam tidak menunda kebaikan, taubat, maupun silaturahmi, serta senantiasa menjalani hari-hari dengan penuh syukur, ikhtiar, dan tawakal.