Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ngawi Ikuti Peluncuran Buku Strategi Pencegahan Pemilu Bawaslu Jawa Timur

Bawaslu Ngawi Ikuti Peluncuran Buku Strategi Pencegahan Pemilu Bawaslu Jawa Timur

Ngawi, Bawaslu Kabupaten Ngawi – Dalam rangka memperkuat fungsi pencegahan serta mendorong pengawasan partisipatif yang berkelanjutan, Bawaslu Kabupaten Ngawi mengikuti kegiatan Peluncuran Buku “Kebijakan, Strategi dan Program Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur” pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat strategi pencegahan pelanggaran pemilu sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati, menjelaskan bahwa buku tersebut disusun sebagai salah satu bentuk ikhtiar menjaga akuntabilitas kinerja lembaga pengawas pemilu. Ia menuturkan bahwa penyusunan buku tersebut melalui proses yang cukup panjang dan memuat hasil analisis dari 38 Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Melalui penyusunan program kerja yang terdokumentasi dalam buku tersebut, diharapkan kualitas kinerja Bawaslu daerah dapat lebih mudah dimonitor sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Buku ini kami susun sebagai ruang refleksi dan evaluasi sekaligus untuk melihat ruang inovasi serta kebutuhan kontekstual di masing-masing daerah. Kami juga membuka ruang bagi publik untuk memantau kinerja Bawaslu Provinsi Jawa Timur,” ujar Eka.

Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono, mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Ia menilai kehadiran buku ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas program kerja Bawaslu, khususnya dalam menghadapi agenda demokrasi ke depan.

“Saya berharap buku ini mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dan membuktikan bahwa Bawaslu hadir di tengah masyarakat yang merindukan demokrasi yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Loli Suhenti memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penulisan buku tersebut. Ia menilai bahwa menulis dan mendokumentasikan praktik pengawasan merupakan langkah penting dalam membangun pengetahuan kelembagaan.

Menurut Loli, buku tersebut tidak hanya padat secara substansi, tetapi juga sarat dengan konteks lokal yang mencerminkan kondisi kerawanan pemilu di Jawa Timur. Ia menekankan bahwa perencanaan program yang telah dituangkan dalam buku harus terus dikawal implementasinya agar tidak sekadar menjadi arsip lembaga.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menyampaikan bahwa penyusunan buku ini merupakan bagian dari langkah pencegahan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Substansi yang tertuang di dalamnya dinilai sejalan dengan visi Bawaslu dalam membangun kolaborasi untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas.

Rahmat Bagja menegaskan bahwa pencegahan merupakan tugas utama dalam pengawasan pemilu. Melalui penguatan literasi demokrasi serta partisipasi publik, potensi pelanggaran pemilu dapat diminimalkan sejak dini.

“Pencegahan yang efektif adalah investasi demokrasi. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan operasional dalam pelaksanaan kinerja pencegahan di lingkungan Bawaslu,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Ngawi berharap dapat mengambil berbagai pembelajaran strategis untuk memperkuat program pencegahan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Bawaslu optimis bahwa pengawasan demokrasi ke depan akan semakin berkualitas, transparan, dan berintegritas.