Lompat ke isi utama

Berita

Bawa Gagasan Penguatan Panwascam, Karya Anggota Bawaslu Ngawi Masuk 37 Karya Terpilih Book Chapter Bawaslu RI

cfp

Ngawi, Jawa Timur – Bawaslu Kabupaten Ngawi kembali mencatatkan kontribusi dalam pengembangan gagasan pengawasan pemilu di tingkat nasional. Karya ilmiah yang ditulis oleh Anita Setia Mega Putri, Anggota Bawaslu Kabupaten Ngawi, dinyatakan lolos dalam Call for Paper dalam rangka HUT ke-18 Bawaslu RI dan akan diterbitkan dalam Book Chapter Bawaslu RI, (16/08/2026).

Karya berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Komunikasi Efektif, dan Motivasi Inspirasional terhadap Kinerja Panwascam melalui Tingkat Loyalitas Organisasi di Bawaslu Ngawi” tersebut tercatat dengan kode ABS-79 dalam daftar resmi karya yang dinyatakan lolos.

Yang membanggakan, karya Anita masuk dalam 37 karya pada kategori Komisioner/Pengawas Pemilu yang dinyatakan lolos untuk diterbitkan sebagai Book Chapter. Kategori tersebut menjadi salah satu kelompok khusus dalam Call for Paper yang menghimpun karya dari jajaran pengawas dan komisioner Bawaslu dari berbagai daerah di Indonesia.

Karya Anita menjadi salah satu dari ratusan karya ilmiah yang berhasil melewati proses seleksi Call for Paper HUT ke-18 Bawaslu RI. Dalam daftar resmi tersebut, karya dari kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) Bawaslu, Komisioner/Pengawas Pemilu, dan Masyarakat Umum tercantum sebagai kelompok peserta yang lolos.

Anita mengatakan, lolosnya karya tersebut menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman dan gagasan dari tingkat daerah ke dalam ruang diskursus pengawasan pemilu secara lebih luas.

“Saya tentu bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan ini. Bagi saya, ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi juga bagian dari kontribusi Bawaslu Ngawi untuk ikut memperkaya gagasan tentang penguatan kelembagaan dan pengawasan pemilu di Indonesia,” ujar Anita.

Menurutnya, keterlibatan jajaran pengawas pemilu dalam penulisan karya ilmiah penting untuk membangun tradisi kelembagaan yang tidak hanya berbasis pada praktik pengawasan, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan dan gagasan.

Karya tersebut secara khusus mengangkat isu kepemimpinan, komunikasi, motivasi, loyalitas organisasi, dan kinerja Panwascam dalam konteks penguatan kelembagaan pengawasan pemilu. Judul tersebut tercantum secara resmi dalam daftar naskah lolos Call for Paper HUT ke-18 Bawaslu RI.

“Pengawasan pemilu membutuhkan kelembagaan yang kuat dan sumber daya manusia yang memiliki komitmen. Karena itu, pengalaman empiris di daerah perlu terus didokumentasikan dan dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat dibaca dan dipelajari lebih luas,” tambahnya.

Bagi Bawaslu Kabupaten Ngawi, lolosnya karya tersebut menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam forum akademik dan pengembangan kelembagaan pengawasan pemilu di tingkat nasional.

Keberadaan karya dari Ngawi di antara karya-karya terpilih tersebut juga menunjukkan bahwa pengalaman dan praktik pengawasan di daerah memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun perspektif baru mengenai pengawasan pemilu di Indonesia.

“Semoga karya ini tidak berhenti sebagai tulisan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembelajaran bersama untuk terus memperkuat kelembagaan pengawasan pemilu,” pungkas Anita.